Text
Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik (Nariyah, Al-Fatih, Munjiyat, Thibbul Qulub)
Penulis buku “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik” ini menuturkan:
Jujur saja, saya dulu pernah bergelimang dalam kebid’ahan, kesyirikan & kufur kepada Allah. Saat itu saya sering mengamalkan bacaan Shalawat Nariyah, al-Fatih, Munjiyat Thibbul Qulub dan Shalawat-Shaiawat lainnya.
Waktu itu saya parcaya bahwa Shalawat-Shaiawat yang saya amalkan tersebut mempunyai khasiat yang luar biasa, yaitu mampu menunaikan sagala macam hajat yang saya inginkan..!
Saya tidak mangerti bahwa kalimat-kalimat yang tarkandung dalam shalawat-shalawat yang saya amalkan tadi isinya hampir seluruhnya berlumuran dengan kalimat-kalimah bid’ah, syirik dan kufur kepada Allah subhanahu wa ta’ala..
Saat tinggal di al-MakkatuI Mukarramah saya berkumpul dengan orang-orang NU dan jarang berkumpul dengan orang-orang Indonesia dari kalangan Muhammadiyah dan Salafy.
Meskipun begitu saya sangat toleran terhadap mereka. Sepulang dari Makkah, saya berubah arah, mulai gemar kepada ahli hadits dan menyesuaikan diri dengan orang-orang yang selalu berlandaskan kepada al-Quran dan al-Hadits yang shahih.
Dalam buku ini, saya paparkan berbagai amaliah bidah, syirik dan kufur kepada Allah “yang banyak” terjadi di tengah masyarakat saya kaji berdasar al-Quran dan al-Hadits yang shahih.
Saya sertakan juga kajian dari Ulama di Saudi Arabia yang tentunya lebih cocok dengan ajaran al-Quran dan al-Hadits yang shahih Saya harap buku ini bisa memberi penerangan kepada orang-orang yang fanatik dengan berbagai macam kebid’ahan, kesyirikan dan kufur kepada Allah.”
Selamat membaca..
| dm0047 | 297.8 MAH m | Pustaka dr. Muin | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain